Photo by Dendy Darma Satyazi on Unsplash

 

Februari, Sebuah Permulaan  – hari keduapuluh

Seekor ayam berkokok tak mau diam,
bersama lolongan anjing di tengah malam
kelak, keduanya akan terbungkam,
oleh bulan yang menguasai malam

 

==

Tulisan lainnya dalam kompilasi bertajuk “Februari, Sebuah Permulaan”
Latar belakang : Februari, Sebuah Permulaan
Hari pertama : Mendamba Motivasi
Hari kedua : Loncatan Spiritual Seekor Katak
Hari ketiga : Eksklusivisme Agama dan Pemikiran
Hari keempat : Meniadakan Kehilangan
Hari kelima : Sepragmatis Orang-orang Tua
Hari keenam : Keluarga yang Tak Sempurna
Hari ketujuh : Orang yang Berharga
Hari kedelapan : Berkontribusi
Hari kesembilan : Terdera Kebermanfaatan
Hari kesepuluh : Redup dan Padam
Hari kesebelas : Anggrek Terakhir Ayah
Hari keduabelas : Habiskan Makananmu, Nak!
Hari ketigabelas : Surat dari Kota Pelangi
Hari keempatbelas : Formasi Harapan Batu Sungai
Hari kelimabelas : Biru Mengudara di Langit Jakarta
Hari keenambelas : Kicau Semangat Burung Pipit
Hari ketujuhbelas : Air Laut, Menyurut, Memaksa Pasang
Hari kedelapanbelas : Bu, Aku Ingin Melaju di Lantai Basah
Hari kesembilanbelas : Berpendidikan, Berproses, Berguna