Photo by Kat J on Unsplash

 

Kota ini terlalu rumit

terlalu banyak hal yang tak pernah kugamit

bahkan tak pernah sedikitpun terbersit

di benak dan kepalaku yang terus menyempit

 

Segalanya, di sini,

tak sesederhana di kampung kami

saling jemput naik sepeda masih bukan hal asing

bagi anak kecil di kampung kami

 

Lalu, bermain layangan, kejar-kejaran

berkeliling sawah hingga lelah

dan sesekali mencuri buah

di kebun tetangga yang serasa milik bersama

sudah jadi kenakalan terbesar yang disambut tawa sesama

 

Tapi, sungguh, mereka

tak pernah merintih minta perhatian

tak pernah berteriak minta pengakuan

tak khayal pula diberi kemewahan

 

Anak kecil di kampung kami punya

orang tua yang selalu ada

bahkan sawah tempat orang tua bekerja

bisa disambangi kapanpun tanpa perlu mengiba

tak pernah dikekang, apalagi ditentang

meski badan berlumpur dibawa pulang

 

Anak kecil di kampung kami juga sering berkelahi

sama seperti di sini bukan?

bedanya, anak kecil di kampung kami akan berlari pulang

mengadu pada Ibu yang menyambutnya dengan pelukan

meski tak dapat pembelaan yang diidamkan,

ia dapat sebuah ketenangan

bahwa selalu ada rumah untuk pulang

dalam dekapan Ibu yang tak akan hilang

 

Tak ada penghakiman, yang di sini

membuat anak kecil semakin merunduk sedih

yang membuat ia sudah merasa tidak dihargai

di usia yang masih amat dini

yang membuat ia merasa sendiri

tak tahu ke mana harus menghilangkan sepi

 

Bagi ia, orang tua bukan tempat pengaduan

mereka hanya akan menambah riskan

karena mereka sudah terlalu lelah mencari pundi kehidupan

 

Sama halnya di kampung kami,

anak kecil juga tak tahu sulitnya mencukupi pundi

tapi mereka memang belum harus mengerti

 

Yang harus mereka tahu hanya

orang tua yang selalu ada

yang harus mereka tahu hanya

mereka menerima cinta

yang tak berhenti pada ‘cukup’ saja

tapi juga pada ‘penuh’ yang tak pernah sirna

dan semua, diterima, tanpa perlu meminta

 

Ia ingin orang tua yang tak menghakimi

yang menawarkan rumah abadi

bukan malah menambah beban hati

yang menumpuk dan membuat mereka semakin menepi

sampai pada saatnya nanti,

ia mati dalam frustasi

 

Ah, entahlah

aku tak tahu sulitnya menjadi mereka, orang tua

tapi aku tak bisa mengelak

tak mudah pula jadi ia, sang anak

yang tak tahu apa jua

namun dituntut untuk merasa segala