Photo by Dmitry Ratushny on Unsplash

 

Kata orang, hidup ini penuh pilihan

Dan aku tak pernah percaya itu

Hidupku penuh kepastian

Tak ada pilihan yang ditawarkan

 

Kenapa?

Mungkin karena beginilah seharusnya

 

Ayahku pernah berkata,

“Hidup ini pasti, Nak. Pilihan tak pernah berarti apapun.”

Ayah mengatakannya sembari memberikan selembar kertas yang menyatakan

bahwa aku diterima kuliah di program yang ia inginkan

“Ayah, tapi kau tak pernah memberiku pilihan.”