Aku terdiam, saat yang lain sibuk
menyuarakan, mengatasnamakan aku
bahwa aku tak bisa sasisu
bahwa aku butuh babibu

 

Aku tetap diam,
berusaha keras untuk mengingat
kapan mereka memintaku bersuara?
kapan mereka bertanya kebisaanku?

 

Lalu aku menjawab, itu bukan aku
jangan atas namakan diriku
benar, aku dipeluk ketiadaan
tapi bukan untuk kau obral
sebuah formalitas tentang ke‘ada’an