Photo by Martin Adams on Unsplash

 

Rupanya memang begitu cara mereka berjalan

Menunaikan kewajiban tanpa melihat kebutuhan

Sekadar menggugurkan, tak peduli pada substansi

Bergerak dengan bertongkat angka, menabrak isi

 

Terlihat besar dan megah, tapi kosong

Esensi hilang ditelan intensi yang tak berfungsi

 

Dan ia di sana masih yakin, ada harapan

yang masih menunggu waktu datang menjemput

ia tetap berpendar, menyinari kami dalam kegelapan

berusaha menyilaukan mereka, yang terlalu congkak

menghadapi dunia

 

Mungkin memang ia yang terlalu naif

Tapi apa salahnya menjadi naif?