This book is overpriced.

Benar. Buku ini terlalu mahal. Setidaknya, itu yang saya simpulkan saat menyelesaikan buku terjemahan ini.

Saya berharap banyak dari buku seharga Rp129.000 yang berisi 276 halaman. Saya pikir, akan banyak menemukan ‘rahasia’, sebagaimana dijelaskan pada sinopsis sampul belakang. Ternyata tidak. Tidak ada yang benar-benar rahasia. Penjelasan sisu dalam buku tak lebih dari remah-remah kebiasaan penduduk Finlandia.

 

Penyajian substansi

Sisu diartikan sebagai sebuah keberanian. Penulis menjelaskan bahwa penduduk Finlandia cenderung menerapkan ‘berani’ dalam segala hal. Pada halaman awal, penulis menceritakan sisu Finlandia dalam hal berenang di saat musim dingin. Ya, berenang di musim dingin tentu saja butuh keberanian dan kenekadan. Hal ini menjadi hal yang menarik untuk diulas lebih dalam. Sayangnya, penulis berkali-kali menceritakan manfaat berenang di musim dingin secara subjektif. Tidak ditemukan hal lain selain apa yang dirasakan dan tidak dijelaskan bukti yang cukup meyakinkan. Padahal, mempertimbangkan latar belakang penulis yang merupakan seorang jurnalis, saya berharap ada penjelasan yang lebih mendalam tentang hal ini. Walaupun beberapa kali menyebut adanya penelitian mengenai sisu, saya tidak menemukan penjelasan lebih lanjut mengenai hal tersebut. Hasil penelitian yang dimaksud hanya sebatas¬†fun fact.

Definisi sisu sebagai keberanian ini sendiri merupakan sebuah budaya dan tidak ada yang benar-benar spesial dari hal tersebut. Selain berenang di musim dingin, penulis menjelaskan beberapa keberanian: bersepeda, terapi hutan, makan sehat, gaya hidup minimalisme nordik, pantang menyerah, hingga persaunaan. Saya rasa, tanpa mengetahui tentang sisu, hal-hal tersebut sangat mungkin dilakukan.

 

Pengalaman membaca (3/5)

Terlepas dari penyajian yang kurang mendalam, saya rasa buku ini tetap layak untuk dibaca, terutama bagi kamu yang ingin mencari tahu mengenai kebiasaan orang Finlandia. Buku ini membuat saya ingin berkunjung ke negara-negara nordik.